A stunning aerial view of the Grand Mosque in Mecca during sunset, showcasing its architecture.

Tata Cara Sa’i Umroh Syariah: Safa & Marwa

Tata Cara Sa’i Umroh Syariah: Safa & Marwa yang Benar dan Lengkap

Menunaikan ibadah umroh adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk berdekatan dengan Allah SWT. Namun, kesempatan ini bisa terasa sempurna apabila setiap rukun umroh dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariah. Salah satu rukun yang paling sering mendapat perhatian dan sekaligus paling sering disalahartikan adalah sa’i — yaitu berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwa sebanyak tujuh putaran. Banyak calon jamaah yang datang ke tanah suci tanpa memahami tata cara sa’i umroh syariah secara mendalam, sehingga ibadahnya kurang sempurna. Padahal, sa’i bukan sekadar olahraga jalan kaki; ia adalah ibadah yang penuh makna spiritual sekaligus tuntunan fiqih yang harus dipahami.

Artikel ini akan mengupas secara lengkap mulai dari pengertian sa’i, syarat dan rukunnya, tata cara sa’i umroh syariah langkah demi langkah, hingga kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi di lapangan. Semua pembahasan bersumber dari Al-Qur’an, hadits shahih, dan pendapat para ulama. Dengan memahami tata cara sa’i yang benar, jamaah tidak hanya melengkapi rukun umrohnya, tetapi juga merasakan kedalaman spiritual yang jauh lebih berharga. Mari kita selami bersama rincian lengkapnya.

Apa Itu Sa’i dalam Umroh? Rukun yang Wajib Dilakukan

Sa’i dalam ibadah umroh didefinisikan sebagai berjalan kaki dari Bukit Safa menuju Bukit Marwa, kemudian kembali ke Bukit Safa, dilakukan sebanyak tujuh putaran. Setiap satu putaran dihitung dari Safa ke Marwa atau dari Marwa kembali ke Safa. Sa’i termasuk rukun umroh yang wajib dilaksanakan; apabila seseorang meninggalkannya, umrohnya tidak sah dan ia wajib mengulang dari awal. Landasan syariahnya tercantum dalam firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Barang siapa yang berangkat ke Baitullah, maka tidak ada dosa atasnya mengerjakan sa’i antara keduanya.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Para ulama sepakat bahwa sa’i merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Hanafi, dan Imam Ahmad semuanya menempatkan sa’i dalam daftar rukun umroh. Selain sa’i, ada tiga rukun umroh lainnya: ihram, thawaf, dan tahalul (potong rambut). Keempat rukun ini harus dilakukan secara berurutan dan lengkap agar umroh menjadi sah di sisi syariah.

Persiapan Sebelum Melakukan Sa’i Safa Marwa

Sebelum masuk ke tata cara sa’i umroh syariah, penting untuk memahami urutan dan persiapannya. Sa’i baru boleh dilakukan setelah umrah thawaf rukun selesai. Dalam tata cara umroh syariah, urutannya adalah: ihram → mifragh (berangkat dari miqat) → thawaf rukun → sa’i → tahalul (potong rambut). Oleh karena itu, perhatikan persiapan berikut sebelum menyentuh tanah Bukit Safa:

  • Pastikan ihram masih terpasang — jangan mengenakan pakaian biasa atau memakai wewangian, karena ihram masih berlaku selama sa’i hingga tahalul.
  • Selesaikan thawaf terlebih dahulu — sa’i tidak sah apabila dilakukan sebelum thawaf rukun umroh selesai dan diakhiri dengan dua rakaat shalat sunnah.
  • Sedia air minum dan alas kaki yang nyaman — jalur sa’i di Masjidil Haram sekarang sudah dilengkapi karpet dan eskalator, namun tetap membutuhkan stamina yang cukup.
  • Tentukan pintu atau mulai dari sisi kanan Bukit Safa — sa’i dimulai dari sisi kanan (arah kiblat saat menghadap Safa).
  • Siapkan niat dan doa khusus di Bukit Safa — disunnahkan membaca doa tertentu saat berdiri di atas Safa sebelum memulai putaran pertama.

Tata Cara Sa’i Umroh Syariah Langkah demi Langkah

Berikut adalah urutan tata cara sa’i umroh syariah yang telah disepakati para ulama, dilengkapi dengan dalil dan panduan praktis untuk jamaah:

No. Tahap Penjelasan Singkat Hukum
1 Berdiri di atas Bukit Safa Naik ke puncak Safa, menghadap kiblat, mengangkat tangan sambil membaca dzikir dan doa Sunah
2 Mengucapkan niat sa’i Niat disunnahkan diucapkan saat mulai berjalan dari Safa ke Marwa Sunah
3 Berjalan menuju Marwa Berjalan dari Safa ke Marwa dihitung sebagai 1 putaran setengah (ketika dari Marwa ke Safa = 1 putaran penuh) Wajib
4 Berjalan kembali ke Safa Dari Marwa menuju Safa, diperbolehkan bertingkah sa’i (tidak putar balik) Wajib
5 Ulangi hingga 7 putaran Putaran ke-1 dimulai dari Safa dan berakhir di Safa setelah putaran ke-7 Wajib
6 Setelah sa’i ke-7 Melakukan tahalul (cukur atau potong rambut) untuk mengangkat larangan ihram Wajib

Penting untuk dicatat bahwa perhitungan putaran sa’i dalam umroh mengikuti pendapat mayoritas ulama: 7 putaran dimulai dan diakhiri di Bukit Safa. Artinya, ketika tiba kembali di Safa untuk ketujuh kalinya, maka putaran sudah selesai. Saat melewati tanda antara dua tiang hijau di antara Safa dan Marwa, diperbolehkan bagi laki-laki berlari-lari kecil. Hal ini disunnahkan berdasarkan riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak lari-lari kecuali di antara dua tanda tersebut.

Perbedaan Sa’i Umroh dengan Sa’i Haji

Banyak jamaah yang bingung membedakan sa’i pada ibadah umroh dengan sa’i pada ibadah haji. Meskipun kedua ibadah ini sama-sama membutuhkan sa’i di Safa Marwa, terdapat beberapa perbedaan penting yang perlu diketahui:

Aspek Sa’i Umroh Sa’i Haji
Jumlah putaran 7 putaran 7 putaran
Waktu pelaksanaan Setelah thawaf umroh, sebelum tahalul Setelah wukuf di Arafah dan melempar Jumrah (hari ke-10 haji)
Kondisi ihram Masih dalam keadaan ihram umroh Dalam keadaan ihram haji (yang telah dimulai sejak miqat)
Dzikir saat sa’i Bebas memilih dzikir/doa umroh Disunnahkan mengucapkan dzikir umrah haji / takbir
Setelah sa’i Langsung tahalul (cukur rambut) Lanjut ke ibadah berikutnya (tahalul awal sudah dari nafar awwal)

Sunat-Sunat Sa’i dan Dzikir yang Dianjurkan

Mengerjakan sa’i hanya sekadar berjalan dari satu bukit ke bukit lain akan mengurangi kekhusyukan ibadah. Para ulama menyarankan berbagai sunah dan dzikir yang dapat dilakukan selama sa’i agar ibadah lebih bermakna. Berikut rangkuman dzikir dan doa sunah saat sa’i umroh:

  • Di puncak Bukit Safa: Hadapkan wajah ke arah kiblat, angkat kedua tangan, lalu ucapkan: “Bismillah, Bismillah, Bismillah, Lailahaillallah, walahaula wala quwwata illa billah, wallahu akbar, wallahu akbar, walailahaillallah, wallahu akbar, wallahu akbar, walillahilhamd.”
  • Setelah berjalan dari Safa: Baca surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, atau lafaz istighfar sebanyak mungkin. Juga disunnahkan membaca “Allahumma ahdina fi sa’rina hadima…”
  • Saat melewati dua tiang hijau (laki-laki): Lari-lari kecil, sebagaimana diperintahkan Nabi SAW.
  • Saat tiba di Marwa: Menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan berdoa serupa seperti di Safa.
  • Di perjalanan Safa-Marwa: Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, istighfar, dan berdoa sesuai kebutuhan — termasuk meminta keberkahan perjalanan haji/umroh.

Kesalahan Umum Sa’i Umroh dan Cara Menghindarinya

Berdasarkan pengalaman pendamping umroh di lapangan, berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan jamaah saat melaksanakan tata cara sa’i umroh syariah beserta cara menghindarinya:

  1. Menghitung putaran keliru — beberapa jamaah menghitung putaran sebanyak 14 kali padahal yang benar adalah 7 putaran. Untuk menghindari ini, siapkan penghitung putaran kecil atau minta pendamping untuk menghitung.
  2. Thawaf sebelum sa’i terbalik urutannya — pastikan urutan ihram → thawaf → sa’i → tahalul berjalan sesuai ketentuan syariah.
  3. Tidak berdiri di atas Safa untuk putaran pertama — sa’i harus dimulai dengan berdiri di puncak Bukit Safa, bukan langsung berjalan dari area bawah.
  4. Melepas atau mengganti ihram di tengah sa’i — pakaian ihram harus tetap dikenakan hingga tahalul selesai. Tidak boleh ada wewangian yang menempel di badan selama ihram berlaku.
  5. Tidak menyelesaikan 7 putaran penuh — apabila sa’i berhenti di tengah jalan karena lelah, jamaah harus melanjutkan dari putaran terakhir yang telah dicapai, bukan mengulang dari awal.
  6. Lupa melakukan lari-lari kecil di antara tanda hijau — hal ini sunah dan dianjurkan, khususnya bagi laki-laki.
  7. Langsung ke tahalul tanpa menyelesaikan sa’i — tahalul baru sah setelah sa’i 7 putaran selesai dilakukan.
  8. Melakukan sa’i tanpa niat — meski niat disunnahkan (bukan wajib), mengucapkan niat di awal akan menambah kekhusyukan dan kejelasan tujuan ibadah.

Faedah dan Makna Spiritual Sa’i Safa Marwa

Selain menjadi rukun umroh yang wajib, sa’i menyimpan makna spiritual yang mendalam. Perjalanan antara Safa dan Marwa mengingatkan pada kisah Hajar AS, istri Nabi Ibrahim, yang berlari-lari mencari air untuk putranya Ismail AS di gurun pasir. Dari kisah tersebut lahir air Zamzam yang hingga kini mengalir tanpa henti. Sa’i juga mengajarkan kepada jamaah bahwa kehidupan tidak selalu mudah; diperlukan usaha, ketekunan, dan tawakal kepada Allah. Setiap langkah jamaah di antara Safa dan Marwa adalah simbol perjuangan hidup yang diiringi doa dan harapan.

Semakin jamaah memahami makna di balik setiap gerakan sa’i, maka ibadah umrohnya akan semakin berkesan. Bukan sekadar memenuhi rukun, tetapi benar-benar merasakan kedekatan dengan Allah dan mendapatkan haji mabrur — haji yang diridhai-Nya.

Memahami tata cara sa’i umroh syariah dari awal hingga akhir akan membantu Anda menunaikan ibadah dengan lebih tenang dan percaya diri. Agar tidak kehilangan panduan ini saat berada di tanah suci, Anda bisa mencetaknya atau menyimpannya di ponsel. Jika Anda sedang menyiapkan perjalanan umroh dan membutuhkan pendampingan profesional, silakan pilih paket haji/umroh kami yang tersedia untuk berbagai jadwal keberangkatan. Untuk konsultasi langsung mengenai syarat, rukun, dan tata cara umroh sesuai syariah, Anda dapat menghubungi tim kami lewat WhatsApp di 6282112685085 — kami siap membantu menjawab setiap pertanyaan Anda seputar ibadah umroh dan haji.

Pertanyaan Umum

Berapa jumlah putaran sa’i dalam umroh?

Jumlah putaran sa’i dalam umroh adalah 7 putaran. Setiap putaran dihitung satu kali perjalanan dari Bukit Safa ke Bukit Marwa atau sebaliknya, dan tata cara sa’i umroh syariah menetapkan bahwa putaran pertama dimulai dari Safa dan putaran ketujuh diakhiri kembali di Safa sebelum melakukan tahalul.

Kapan waktu yang tepat melakukan sa’i dalam umroh?

Sa’i dilakukan setelah menyelesaikan thawaf rukun umroh dan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Setelah itu, jamaah berangkat ke Bukit Safa untuk memulai sa’i, dan tahalul baru boleh dilakukan setelah sa’i 7 putaran selesai sesuai tata cara sa’i umroh syariah.

Bagaimana cara menghitung putaran sa’i dengan benar?

Untuk menghitung putaran sa’i dengan benar, mulailah berdiri di Bukit Safa, lalu berjalan hingga Marwa (1/2 putaran), lalu kembali ke Safa (1 putaran penuh). Ulangi hingga total 7 putaran penuh diakhiri di Bukit Safa, sesuai rukun tata cara sa’i umroh syariah yang telah ditetapkan para ulama.

Apakah sa’i boleh dilakukan tanpa ihram?

Sa’i tidak sah dilakukan tanpa ihram karena ihram adalah rukun umroh pertama yang harus dipasang sebelum seluruh rukun berikutnya. Tata cara sa’i umroh syariah mensyaratkan jamaah masih dalam keadaan ihram mulai dari miqat hingga tahalul dilakukan.

Kenapa ada tanda hijau di tengah jalur sa’i?

Tanda hijau pada jalur sa’i berfungsi sebagai penanda area khusus di mana laki-laki dianjurkan berlari-lari kecil. Hal ini berdasarkan riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha. Tata cara sa’i umroh syariah menganjurkan lari-lari hanya di antara dua tanda tersebut, bukan di seluruh jalur Safa-Marwa.

Apa saja rukun umroh selain sa’i?

Rukun umroh selain sa’i ada tiga lainnya, yaitu: ihram, thawaf, dan tahalul (potong rambut). Keempat rukun ini harus dilakukan secara berurutan agar umroh sah. Tata cara sa’i umroh syariah menjadi bagian integral dari rangkaian rukun umroh yang tidak boleh ditinggalkan.

✍️ Penulis: Panorama Nur Mecca

Panorama Nur Mecca adalah konten kreator yang fokus pada panduan ibadah haji dan umroh sesuai syariah. Dengan latar belakang riset fiqih ibadah dan pengalaman di lapangan haji, ia menyajikan artikel yang akurat, mudah dipahami, dan terpercaya bagi jamaah Indonesia. Semua artikelnya ditinjau untuk memastikan kesesuaian dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadits shahih.

Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top