Muslim pilgrims perform Tawaf around the Kaaba in Mecca under bright lights at night.

Tata Cara Thawaf Umroh Syariah: 7 Putaran

Tata Cara Thawaf Umroh Syariah: 7 Putaran yang Wajib Dikuasai Calon Jemaah

Thawaf adalah salah satu rukun ibadah umroh yang tidak boleh ditinggalkan sedikit pun. Melaksanakan tawaf syariah berarti mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran searah jarum jam, dimulai dan berakhir di Hajar Aswad. Ibadah ini bukan sekadar tradisi berjalan mengelilingi bangunan suci — setiap langkah mengandung makna tauhid yang mendalam, sebagai simbol pengabdian manusia hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Calon jemaah yang memahami tata cara thawaf umroh secara syariah akan mampu melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk, tertib, dan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Dalam artikel ini, kami akan menguraikan panduan lengkap tata cara thawaf umroh syariah secara bertahap, mulai dari persiapan sebelum menuju Masjidil Haram hingga doa setelah tujuh putaran selesai. Panduan ini disusun berdasarkan rujukan dari Al-Qur’an, hadits shahih, dan fatwa ulama kontemporer agar jemaah dapat beribadah dengan tenang dan percaya diri selama berada di Tanah Suci.

—

Mengenal Thawaf dalam Ibadah Umroh Syariah

Thawaf berasal dari kata thaf (طواف) yang berarti mengelilingi. Dalam konteks umroh syariah, thawaf berarti mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran sebagai salah satu rukun umroh yang kedua setelah ihram. Tanpa thawaf, ibadah umroh dianggap tidak sah dan wajib diulang.

Thawaf umroh terbagi menjadi dua jenis, yaitu thawaf qudum (thawaf kedatangan) yang bersifat sunnah bagi jemaah yang baru tiba di Makkah, dan thawaf ifadah (thawaf rukun) yang merupakan rukun umroh wajib yang dilaksanakan setelah menyelesaikan sa’i. Pemahaman terhadap perbedaan ini penting agar jemaah tidak keliru dalam menetapkan niat dan urutan ibadahnya.

Aspek Thawaf Qudum Thawaf Ifadah
Hukum Sunnah muakkad Rukun (wajib)
Waktu Pelaksanaan Sesampainya di Masjidil Haram Setelah sa’i
Talbiyah Tidak diangkat saat thawaf Tidak diangkat saat thawaf
Jumlah Putaran 7 putaran 7 putaran
Tahallul Awal Ya (setelah selesai) Ya (setelah selesai)

—

Syarat Wajib Thawaf Umroh Syariah yang Harus Dipenuhi

Sebelum melaksanakan tata cara thawaf umroh syariah, terdapat beberapa syarat wajib yang harus dipenuhi agar ibadah thawaf sah menurut syariat Islam:

  1. Berada dalam keadaan ihram — Ihram adalah rukun pertama umroh dan menjadi prasyarat seluruh ibadah umroh termasuk thawaf.
  2. Suci dari hadats besar dan kecil — Jemaah harus berwudhu atau mandi janabat sebelum memulai thawaf.
  3. Menghadap Ka’bah di awal putaran — Mula-mula putaran harus berada di depan Hajar Aswad.
  4. Menghitung tujuh putaran penuh — Tidak kurang satu putaran pun.
  5. Mengarahkan wajah ke Ka’bah — Selama thawaf, arah hadap tubuh mengelilingi Ka’bah.
  6. Memulai dan mengakhiri di garis Hajar Aswad — Garis lurus yang menghubungkan antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: ‘Ambillah bagiku dari Maqam Ibrahim (sesuatu untuk dijadikan musta’bad).’ Beliau melanjutkan, ‘Ambillah dari bekas tapak kaki Abraham tempat berdirinya.’ Maka sembahyanglah dua rakaat di belakang makam Ibrahim, lalu berthawaf di atas Maqam Ibrahim.'”
— HR. Bukhari 1614

—

Tahap Persiapan Sebelum Thawaf di Masjidil Haram

Persiapan yang matang akan membuat thawaf berjalan khusyuk dan lancar. Berikut langkah-langkah persiapan yang dianjurkan sebelum melaksanakan tata cara thawaf umroh syariah:

1. Menjaga Kebersihan Diri dan Pakaian

Pastikan pakaian ihram yang dikenakan bersih dari najis. Jemaah laki-laki mengenakan kain ihram berupa dua lembar kain putih tanpa jahitan, sementara jemaah wanita memakai pakaian syariah yang menutup aurat dengan rapi dan tidak menonjolkan bentuk tubuh. Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat untuk kenyamanan.

2. Berwudhu atau Mandi Junub

Kesucian dari hadats adalah syarat sah thawaf. Jemaah yang baru menunaikan perjalanan panjang disarankan untuk mandi terlebih dahulu, mengingat perjalanan ke Makkah yang cukup melelahkan.

3. Mengangkat Talbiyah Saat Berjalan ke Masjidil Haram

Talbiyah diangkat dari miqat hingga masuk ke Masjidil Haram. Namun, saat thawaf dimulai, talbiyah dihentikan sebagaimana sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

4. Memilih Waktu yang Tepat

Jika memungkinkan, pilih waktu thawaf di luar jam ramai untuk kenyamanan. Waktu malam setelah salat Isya atau dini hari biasanya relatif lebih sepi dibandingkan sore dan malam hari, terutama pada bulan-bulan musim haji.

—

Panduan Lengkap Tata Cara Thawaf Umroh Syariah 7 Putaran

Berikut adalah panduan langkah demi langkah tata cara thawaf umroh syariah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam:

Langkah 1: Mengambil Titik Awal di Hajar Aswad

Berdirilah sejajar dengan Hajar Aswad, menghadapnya. Kemudian angkat kedua tangan, ucapkan “Bismillah, Allahu Akbar”, lalu cium Hajar Aswad jika memungkinkan. Jika padat, cukup dengan isyarat tangan dari jarak sekitar dua meter. Jika tidak mampu, cukup usap dengan tangan lalu cium tangan tersebut.

Langkah 2: Memulai Putaran Pertama

Mulailah berjalan mengelilingi Ka’bah searah jarum jam. Selama thawaf, usahakan untuk selalu menghadap Ka’bah. Pada putaran pertama hingga ketiga, disunahkan berjalan fast walk (dengan cepat, seolah-olah melangkah) di tiga baris pertama yang berdekatan dengan Ka’bah, sebagaimana sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Langkah 3: Berdoa dan Berzikir Selama Thawaf

Selama tujuh putaran, jemaah boleh berdoa dengan bahasa apa pun yang dipahami. Jangan lupa menyelipkan zikir seperti “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina adzabannar”. Hindari berdoa saat melewati Rukun Yamani karena Nabi tidak pernah berdoa di titik tersebut.

Langkah 4: Sujud dan Zikir di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Pada putaran terakhir (putaran ketujuh), disunahkan untuk melakukan sujud syukur di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad dengan membaca zikir “Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar”.

Langkah 5: Mengakhiri Thawaf di Hajar Aswad

Tanda selesai satu putaran adalah kembali ke posisi di depan Hajar Aswad. Lakukan hal yang sama seperti saat memulai — cium atau usap Hajar Aswad. Ulangi hingga genap tujuh putaran.

Langkah 6: Shalat Dua Rakaat di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah selesai tujuh putaran, lakukan tahallul awal — lepas seluruh pakaian ihram untuk laki-laki, dan wanita melepaskan cadar serta penutup wajah. Kemudian shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim dengan surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua.

Langkah 7: Tawaf selesai — Lanjutkan dengan Sa’i

Setelah thawaf dan shalat di belakang Maqam Ibrahim, jemaah melanjutkan ibadah dengan sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Urutan ini penting untuk dipahami agar ibadah umroh sah secara syariah.

—

Adab dan Sunnah yang Dianjurkan Saat Melakukan Thawaf

Selain panduan utama tata cara thawaf umroh syariah, terdapat berbagai adab dan sunnah yang dianjurkan untuk memperkaya kekhusyukan ibadah thawaf Anda:

  1. Menempelkan dada dan perut pada dinding Ka’bah — Dianjurkan untuk merapatkan badan pada Ka’bah ketika melewati sudut Hajar Aswad dan Rukun Yamani sebagai wujud kedekatan kepada Allah.
  2. Sujud dua rakaat setelah thawaf — Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim atau di mana saja dalam Masjidil Haram.
  3. Berwudhu sebelum thawaf — Wudhu akan menjaga kesucian dan kekhusyukan selama ibadah.
  4. Membaca doa khusus thawaf — Contohnya: “Rabbana atina fiid-dunya khasanah…” secara berulang setiap putaran.
  5. Tidak mendorong atau menerobos kerumunan — Menjaga ketertiban adalah adab beribadah di tempat suci.
  6. Tidak sengaja memotong jalur thawaf orang lain — Hati-hati dalam berjalan agar tidak menghalangi jemaah lain.
  7. Memanfaatkan waktu antara dua sujud untuk berdoa — Ruang antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad merupakan tempat mustajab berdoa.
  8. Tidak berdoa saat melewati Rukun Yamani — Ini adalah sunnah yang sering disalahpahami jemaah. Justru Rukun Yamani adalah titik yang Nabi justru tidak berdoa di situ.

—

Hal yang Harus Dihindari Saat Thawaf di Masjidil Haram

Agar thawaf sah dan diterima oleh Allah, jemaah perlu menghindari beberapa hal berikut:

  • Terputusnya hitungan putaran — Jika keluar dari Masjidil Haram, hitungan putaran harus diulang dari awal.
  • Membersihkan keringat dengan tangan ihram kotor — Ini bisa membatalkan wudhu dan menodai kain ihram.
  • Berdoa menghadap ke sisi Ka’bah yang bukan arah kiblat — Doa harus ditujukan dengan menghadap Ka’bah.
  • Mendahulukan diri sendiri di depan Ka’bah — Dianjurkan untuk memberi ruang jemaah lain yang sedang berdoa di dekat Ka’bah.
  • Menyentuh Rukun Yamani tanpa wudhu — Karena menyentuh Ka’bah termasuk membagun, dianjurkan untuk berwudhu.

—

Keutamaan Thawaf di Masjidil Haram

Thawaf di Masjidil Haram memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

“‘Satu thawaf yang kalian lakukan di Masjidil Haram sama dengan seratus ribu thawaf di masjid lain.’ Jika tidak, kata beliau, ‘Seribu thawaf di masjid lain.'”
— HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma

Keutamaan ini menunjukkan betapa agungnya nilai thawaf di Ka’bah dibandingkan tempat lain. Karena itu, jemaah umroh disarankan untuk memanfaatkan setiap momen di Masjidil Haram dengan sebaik-baiknya, tidak hanya sekadar menyelesaikan rukun tetapi juga memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah sunnah lainnya.

—

Kesalahan Umum Jemaah yang Sering Terjadi Saat Thawaf

Berdasarkan pengalaman ribuan jemaah umroh yang kami dampingi, beberapa kesalahan berikut masih sering ditemukan di lapangan:

  1. Salah menghitung putaran — Terutama saat ramai, jemaah sering kehilangan hitungan. Solusinya: minta teman untuk saling mengingatkan.
  2. Memulai thawaf bukan dari Hajar Aswad — Sebagian jemaah memulai dari posisi yang salah sehingga putaran pertama tidak sah.
  3. Lupa berdoa setelah thawaf — Padahal shalat dua rakaat setelah thawaf adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
  4. Terlalu lama di dekat Ka’bah menghalangi jemaah lain — Dianjurkan untuk memberi ruang jika memang sudah cukup lama berdoa.
  5. Tidak melakukan tahallul awal dengan benar — Pastikan untuk melepaskan pakaian ihram atau bagian tertentu sesuai ketentuan setelah selesai thawaf.
  6. Mengangkat talbiyah saat thawaf — Talbiyah dihentikan ketika thawaf dimulai, bukan dilanjutkan.

—

Untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah umroh Anda berjalan sesuai syariat dan mendapat bimbingan profesional, tim Panorama Nur Mecca menyediakan pendampingan mulai dari persiapan hingga kembali ke Tanah Air. Jika Anda sedang mempertimbangkan keberangkatan, silakan pilih paket haji/umroh kami yang tersedia dalam berbagai pilihan jadwal dan fasilitas. Untuk konsultasi personal mengenai tata cara thawaf umroh syariah dan ibadah umroh lainnya, tim pembimbing kami siap membantu melalui WhatsApp di nomor 6282112685085.

—

Pertanyaan Umum

Berapa jumlah putaran thawaf yang wajib dilakukan saat umroh?

Tata cara thawaf umroh syariah menentukan bahwa setiap jemaah wajib mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran penuh. Setiap putaran dimulai dan berakhir di depan Hajar Aswad. Jumlah ini sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan merupakan rukun umroh yang tidak boleh dikurangi.

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan thawaf umroh?

Thawaf umroh jika dilakukan setelah ihram dan sebelum sa’i. Thawaf qudum (kedatangan) dilakukan saat pertama kali tiba di Masjidil Haram, sedangkan thawaf ifadah (rukun) dilaksanakan setelah menyelesaikan sa’i. Keduanya sama-sama memuat tata cara thawaf umroh syariah yang sah.

Bagaimana cara menghitung putaran thawaf agar tidak salah?

Untuk menghitung putaran thawaf dengan tepat, mulailah dari Hajar Aswad dan berhentilah di titik yang sama setiap putaran. Bawa tasbih atau minta teman untuk saling mengingatkan. Beberapa jemaah menggunakan penanda tangan sebagai penghitung agar tata cara thawaf umroh syariah tetap terjaga dengan benar.

Apakah thawaf boleh dilakukan oleh perempuan dalam keadaan haid?

Tidak, thawaf di Masjidil Haram tidak sah jika dilakukan dalam keadaan haid atau nifas. Perempuan yang sedang haid menunggu hingga suci terlebih dahulu sebelum melakukan thawaf. Setelah suci, ia langsung thawaf tujuh putaran sesuai tata cara thawaf umroh syariah tanpa perlu shalat dua rakaat terlebih dahulu.

Apa saja doa yang dianjurkan selama melakukan thawaf?

Selama thawaf, jemaah dianjurkan membaca zikir dan doa seperti “Rabbana atina fid-dunya hasanah…” secara berulang setiap putaran. Doa boleh disampaikan dalam bahasa apa pun yang dipahami. Yang dilarang adalah berdoa saat melewati Rukun Yamani sesuai sunnah tata cara thawaf umroh syariah.

Kenapa talbiyah dihentikan saat thawaf dimulai?

Talbiyah adalah zikir khusus perjalanan menuju ihram hingga tiba di Masjidil Haram. Ketika thawaf dimulai, talbiyah dihentikan karena Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menggantinya dengan zikir “Bismillah, Allahu Akbar” di titik Hajar Aswad sebagaimana sunnah tata cara thawaf umroh syariah.

—

PNM
Panorama Nur Mecca
Penulis Artikel & Konsultan Umroh Syariah

Panorama Nur Mecca adalah tim penyusun konten dan konsultan ibadah yang berkomitmen memberikan panduan umroh dan haji yang sesuai syariat kepada umat Islam Indonesia. Dengan pengalaman mendampingi ribuan jemaah setiap tahun, kami menghadirkan informasi akurat, mudah dipahami, dan berlandaskan Al-Qur’an serta hadits shahih. Tujuan kami sederhana: setiap jemaah yang berangkat harus memahami setiap rukun ibadahnya, termasuk tata cara thawaf umroh syariah secara detail dan benar.

Bagikan artikel ini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top